Masalah Petani Indonesia dan Tidak Kunjung Selesai

Petani merupakan salah satu profesi yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia. Bukan karena sejarahnya saja, dimana masyarakat Indonesia merupakan negara agraris yang berarti nenek moyang dan juga orang terdahulu kita merupakan para petani hebat, yang bisa mengelola sumber daya alam yang ada di Indonesia. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Sekarang ini petani memiliki berbagai masalah dan juga haknya sebagai warga Negara, seringkali disepelekan. Padahal masyarakat Indonesia memiliki kebutuhan yang sangat besar terhadap petani, dan juga jasanya sangat besar dalam menyediakan berbagai pangan yang ada di Indonesia.

Berikut ini Beritaku.my.id akan membahas beberapa persoalan yang harus dihadapi oleh petani dan menjadi pekerjaan rumah untuk pemerintah baru di tahun 2019 ini:

Sulitnya Lahan atau Sawah

lahan-sawah-berkurang

Masalah pertama merupakan lahan yang semakin sulit. tidak bisa kita pungkiri bahwa semakin banyak developer yang mencoba untuk membeli tanah, atau sawah-sawah yang kosong untuk dibangun sebuah perumahan.

Padahal sebenarnya banyak masyarakat Indonesia yang tertarik dengan properti atau perumahan. namun bukan berarti semua sawah dan juga ladang milik petani.

Hal ini seringkali menjadi salah satu permasalahan besar mengingat banyak petani yang mengatakan bahwa mereka terpaksa menjual tanah dan juga lainnya.

Karena faktor ekonomi selain itu terjadinya penurunan penjualan serta banyaknya produk impor merupakan masalah selanjutnya yang harus diselesaikan.

Persoalan pupuk

pupuk-organik

Persoalan yang harus dihadapi petani selanjutnya yang wajib diselesaikan oleh pemerintah baru di tahun 2019 ini, adalah masalah persoalan pupuk.

Seringkali banyak petani yang menunjukkan bahwa mereka tidak bisa memanen produknya atau meningkatkan kualitas produknya. Dikarenakan iklim atau cuaca yang berubah-rubah di zaman sekarang ini.

Maka jalan satu-satunya untuk memperbaiki kualitas produk mereka adalah dengan memiliki atau menggunakan pupuk yang bagus. sayangnya harga pupuk yang cukup tinggi menjadi permasalahan yang tidak kunjung selesai.

Adanya bantuan pupuk justru berakhir kearah pupuk yang tidak berkualitas dan masalah korupsi. Belum lagi, para petani yang ada di desa dan jauh jangkauannya dari kota besar seperti Jakarta.

Sehingga petani tetap harus membeli pupuk dengan modal sendiri, dan seringkali menguras banyak biaya untuk modal sebelum mereka melakukan panen.

Hal ini menjadi masalah yang harus difokuskan tersendiri oleh pemerintah mengingat pemerintah baru memiliki pekerjaan rumah untuk menurunkan atau menyelesaikan persoalan pupuk ini.

Baca juga: 4 Aplikasi Streaming Bola yang Wajib Kamu Ketahui

Teknologi Pertanian

Teknologi-pertanian-Indonesia

Masalah selanjutnya yang dihadapi oleh petani adalah teknologi pertanian modern. banyak sekali petani yang mengalami kendala ketika mereka harus membeli alat untuk memenuhi kegiatan pertaniannya.

Selain itu para petani di desa juga sudah kalah dengan petani yang sudah menggunakan teknologi modern, karena mereka tidak memiliki modal atau hanya memiliki lahan yang sempit. untuk itu baiknya para pemerintah harus melakukan sosialisasi dan juga penyebaran mengenai teknologi pertanian modern dan keuntungannya.

Serta bisa menggunakan alat tersebut di sisi lain jika petani bisa menghasilkan produk yang lebih berkualitas dengan cepat.

Tentu saja pengadaan pangan menjadi tiga sumber daya yang ada di Indonesia meningkat dan lebih baik lagi. hal ini akan berkaitan dengan berkurangnya impor yang dilakukan oleh Indonesia untuk menyediakan panganan untuk masyarakat.

Baca juga: Tips Memilih Teman yang Baik Menurut Pandangan Islam

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *