Malioboro Saat Ini Menjadi Kawasan Bebas Asap Rokok

Beritaku.my.id – Merokok sudah menjadi masalah sejak lama. Di satu sisi bisa menguntungkan pemerintah dalam bentuk pajak, dan di sisi lain bisa merugikan kesehatan. Bukan hanya kesehatan si perokok, tapi juga orang disekitarnya yang mau tidak mau juga terpapar. Hal tersebut juga akan menambah risiko penularan Covid-19 karena jika tubuh kurang sehat maka akan meningkatkan risiko.

Jadi, dalam mencoba menyelesaikan masalah ini, pemerintah memiliki pendekatan yang berbeda. Salah satunya dengan pemberlakuan Kawasan Bebas Rokok di beberapa tempat umum. Belakangan ini pemerintah kota Yogyakarta menerapkannya di kawasan Malioboro. 

Dikarenakan Malioboro termasuk kawasan yang ramai dikunjungi wisatawan baik itu domestik dan mancanegara maka akan dirasa efektif jika diterapkan di sana. Hal tersebut akan menekan risiko penularan Covid-19 secara signifikan dan untuk mencegah adanya cluster baru di Malioboro.

Setelah melakukan uji coba pada pejalan kaki terlebih dahulu, kini Anda yang hendak singgah di Malioboro untuk beristirahat tak bisa sembarangan merokok. Aturan ini berlaku efektif Kamis, 12 November 2020 yang lalu dan jika ditemukan melanggar maka denda maksimal akan setara dengan biaya cicilan sepeda.

Upaya Supaya Masyarakat Tak Melepas Masker

Penetapan Malioboro sebagai kawasan bebas rokok juga dimaksudkan agar masyarakat tidak memiliki alasan untuk melepas maskernya. Belakangan ini merokok menjadi alasan bagi banyak masyarakat untuk melepas masker dan abai dengan protokol kesehatan.

1. Diterapkan Denda bagi yang Melanggar

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengenakan denda maksimal Rp 7,5 juta bagi orang yang melanggar Kawasan Bebas Rokok, mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2017. 

Pelaku tersebut bukan hanya wisatawan tetapi juga warga lokal. penduduk. Untuk itu, pihaknya telah melakukan sosialisasi, antara lain melalui Jogoboro, tim khusus yang berdedikasi pada ketertiban dan keamanan di Malioboro.

2. Agar Mayarakat Tidak Melepas Masker

Selain untuk mencegah dampak buruk rokok pada orang lain di tempat umum, Heroe mengatakan, kebijakan tersebut juga dimaksudkan agar masyarakat dan wisatawan lebih disiplin dalam menggunakan masker saat terjadi pandemi. Ia mengaku selama ini banyak orang yang memakai masker di dagu karena merokok. 

Seperti yang yang sudah diketahui, mulut paling rentan tertular Covid-19. Jadi menerapkan kebijakan ini seperti menyelam untuk air minum. Efek buruk dari merokok serta risiko penularan virus. Dengan begitu risiko penularan Covid-19 juga akan tertekan dengan maksimal.

Pemerintah Sediakan 4 Titik Area Merokok

Nah, meski Malioboro sudah ditetapkan sebagai kawasan bebas rokok, Heroe menjelaskan bahwa para pedagang asongan masih boleh berjualan rokok. Pemerintah Kota Yogyakarta menyediakan empat titik tempat merokok. Yakni, Taman Parkir Abu Bakar Ali, Mal Malioboro Utara, Ramayana Utara, dan Pasar Beringharjo Lantai 3.

Jadi kalau tiba-tiba bibir terasa masam dan ingin merokok saat berwisata di Malioboro, kunjungi empat titik ini. Tapi pilihan terbaik adalah tidak merokok. Selain menimbulkan penyakit dan mengeringkan dompet, dikhawatirkan smoking area akan macet dan protokol jarak tidak bisa diterapkan secara optimal.

Selain itu, Heroe mengatakan penerapan kebijakan baru ini mengakibatkan Malioboro memiliki tambahan protokol kesehatan yang harus diikuti. Apa yang awalnya 4M sekarang menjadi 4M + 1TM, yang berarti memakai masker, menjauh, mencuci tangan, menghindari keramaian dan tidak merokok.

Peraturan bebas rokok ini akan disosialisasikan pada pertengahan Desember. Semoga aturan ini bisa berjalan maksimal pada akhir Desember. Itulah salah satu kumpulan berita Jogja hari ini terbaru sebagai bekal anda yang akan berencana berlibur ke Jogja.

Baca juga: Perbedaan Rapid Test Antigen dan Antibodi, Jangan Bingung!

Baca juga: Pilihan Makanan Khas Jogja yang Enak

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *